68 Tahun Bolmong, Usia yang Seharusnya Sudah Matang

DR. Muliadi Mokodompit, SE, M.Si

“Tiga Bupati Catatkan Tinta Emas”

Oleh: Muliadi Mokodompit (Orang Ikuna)

Hampir saja saya lupa bahwa hari ini adalah ulang tahun Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang ke-68, untung saja menjelang dateline tadi malam, saya sempat membaca ucapan HUT ke-68 dari salah satu wakil Ketua DPRD Bolmong di beberapa media.


Walaupun di tengah waktu yang sempit semalam, saya berusaha untuk tetap dapat menulis harapan dan pandangan saya terhadap daerah ini yang ternyata dari sisi pemerintahan telah berusian 68 tahun sejak, adanya pengakuan secara resmi pemerintah pusat sebagai daerah Kabupaten pada tanggal 23 Maret 1954, yang pada sejatinya telah ada Bupati sebelumnya atau Bupati pertama Frans Pupunduke Mokodompit, sembari menunggi keluarnya keputusan resmi pemerintah pusat dikarenakan situasi saat itu belumlah seperti saat ini.


Selama 68 tahun perjalananya, semua Bupati yang pernah memimpin daerah ini memiliki catatan emas yang sangat berkesan dalam sejarah perjalanan daerah ini, walaupun memang ada yang memimpin lebih dari satu periode, yang secara otomatis memiliki catatan yang lebih banyak.

BACA JUGA :  Cegah Virus Corona, Sekolah Diliburkan! Berikut Enam Instruksi Bupati Bolsel

Oleh karena itu, pada kesempatan ini tanpa mengecilkan peran Bupati lainya saya mencoba menempatkan tiga mantan Bupati Bolmong yang kebetulan memimpin daerah ini lebih dari lima tahun/lebih dari satu periode, yakni Let.Kol. CPM.UN.Mokoagow (1966 – 1976), Drs. H.J.A.Damopolii (1981 – 1991) dan Hj. Marlina Siahaan (2001 – 2011) sebagai ulasan khusus, dimana dimasa ketiganya inilah lebih banyak lembaran kertas sejarah Bolmong tertulis, sekali lagi tanpa mengabaikan peran Bupati lainya terlebih Dra. Yasti S. Mokoagow yang masih sedang memimpin periode pertama, yang juga masih berpeluang besar memimpin daerah ini untuk periode keduanya.