Apresiasi Aksi Demo Terkait PETI, ini Kata Bupati Iskandar Kamaru

Hi. Iskandar Kamaru, S.Pt

INDO MEDIA – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Hi Iskandar Kamaru S Pt MSi, melalui juru Pemkab, Andrika Hasan, mengapresiasi aksi demo mahasiswa terkait PETI di hulu Tobayagan, belum lama ini.

Apa yang dilakukan para mahasiswa pendemo di kawasan perkantoran Panango kata Bupati, merupakan dinamika di dalam demokrasi.

“Pak Bupati Iskandar tidak anti kritik, tidak anti aksi demo. Selama masih sesuai koridor yang ada maka silahkan menyampaikan pendapat di muka umum karena itu sudah diatur dalam undang-undang,” terangnya, Selasa 18 Juli 2023.

Bupati juga kata Andrika, mengingatkan dalam menyuarakan pendapat di muka umum, harus tetap beretika, menjunjung nilai-nilai dan adab-adab kesopanan.

“Pak Bupati dan Wabup juga meminta maaf, karena tidak sempat menerima langsung aksi tersebut, sebab di saat bersamaan sedang memimpin jajaran melakukan ziarah ke makam tokoh-tokoh pemekaran dalam rangka HUT daerah, di mana kegiatan ini sudah diagendakan sebelumnya.,” tutur Andrika.

Sementara, soal pertambangan ilegal (PETI) di Bolsel, Andrika mengatakan jauh hari sebelumnya Bupati Iskandar dan Wabup Deddy telah menerima laporan dari tokoh-tokoh masyarakat terkait hal tersebut.

“Tapi ini bukan berarti Pemkab Bolsel melakukan pembiaran terhadap PETI. Pemkab melalui Dinas Lingkungan Hidup selalu melakukan koordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi untuk menertibkan PETI. Bahkan, DLH Bolsel sudah beberapa kali melayangkan surat dan turun lapangan di beberapa lokasi PETI tersebut,” kata dia.

BACA JUGA :  Pemdes Torosik Gelar Musdes RKPDes 2019
Aksi Demo Mahasiswa terkait PETI di hulu Tobayagan

“Pihak legislatif pun tidak tinggal diam. Setelah masuk laporan dari masyarakat, DPRD Bolsel yang dikomandoi Ketua DPRD Ir. Ariffin Olii bersama pemerintah kecamatan turun melakukan sidak di lokasi PETI beberapa minggu lalu. Ini juga telah ditindaklanjuti oleh pihak Pemprov lewat Dinas Kehutanan Provinsi,” terangnya.

Lanjut dijelaskannya, PETI ada beberapa kriteria yakni, kegiatan tambang tanpa ijin, penambangan di luar koordinat yang diizinkan, penambangan berizin eksplorasi tapi melakukan kegiatan produksi, penambangan sudah habis masa berlakunya (izin operasional habis).

Lebih lanjut, Andrika menegaskan bahwa Pemkab Bolsel sampai hari ini terus konsisten bersama Forkopimda berkoordinasi dalam menciptakan keamanan di daerah ini. Pemkab juga terus konsisten menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan pendukung.

“Ini bisa dibuktikan dengan diterbitkannya kebijakan-kebijakan terkait penanggulangan ekosistem alam yang ada di Bolsel. Contohnya, Perbup Nomor 289 Tahun 2019 tentang Pembentukan Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Hidupan Liar Tanjung Binarean. Ada juga Perda nomor 2 tahun 2021 tentang Penataan Kawasan Pengungsian Satwa, di mana perda ini gencar disosialisasikan sebagai bentuk komitmen pemda terhadap kelestarian alam dan lingkungan,”¬†tandasnya.