Religi  

Bahagiaku dengan Ramadhan

Penulis : Syarif Maulana Datundugon, Da’i dan Pengajar di Pondok Al-Islam Gorontalo

B

ULAN Romadhon sangat dikenal dengan bulan yang penuh BERKAH. Keberkahan yang disajikan oleh bulan mulia ini tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim dunia tapi umat yang lainnya juga ikut merasakan keberkahan dan kemuliaan bulan ini.

Kabar kedatangan Bulan Mulia ini semakin mendebarkan jiwa bagi mereka yang sangat menantikannya, dimulai dari anak-anak, remaja, pemuda dan orang tua. Berbagai ekspresi penyambutan kedatangan bulan mulia ini pun mulai dipersiapkan dan dirancang sedemikian rupa, agar lebih memberikan kesan Haru dan Bahagia lewat acara penyambutan Ramadhan.

Namun terkadang cara penyambutan yang ada dimasyarakat kita sangat jauh atau tidak sejalan dengan apa yang ajarkan oleh PENGHULU kita Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam. Seperti yang sudah kita ketahui bersama “Beda adat beda cara” begitulah kira-kira peribahasanya.

Islam pada dasarnya tidaklah melarang acara-acara adat selama acara adat tersebut tidak ada keyakinan-keyakinan tertentu, semisal Penyembelihan Hewan sebagai bentuk pemuliaan terhadap bulan Romadhon dengan keyakinan bahwa sembelihan tersebut akan menambah keberkahan bulan romadhon dan dilakukan secara rutin pada penyambutan Bulan ini, maka ini tidaklah dibenarkan dalam syariat. Atau dengan acara yang berlebihan atau acara yang disana ada tabdzir (mubazir), seperti membuat acara dengan dana puluhan juta rupiah yang efeknya tidak dirasakan oleh mereka yang sangat membutuhkan uluran tangan.

Kalau saja Tulisan ini dibaca oleh PEJABAT PEMERINTAHAN,GUBERNUR, BUPATI, WALIKOTA, syukur-syukur sampai di pemerintahan Nasional, atau dibaca oleh mereka yang memiliki Kesanggupan untuk membantu saudara muslim lainnya, maka kami hanya sekedar menasihati para Umaro’ yang kami cintai bahwasanya BEGITU INDAHNYA penyambutan Romadhon dengan Membuat Acara besar-besaran yang melibatkan semua element Pemerintahan juga mereka yang Mampu (orang kaya) dengan BERBAGI SEMBAKO, beras dan bahan dapur lainnya kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Acara2 seperti ini selain menumbuhkan kecintaan dan ketaatan kepada pemerintah juga akan berbuah pahala.

Bayangkan Bapak/ibu sekalian, pada bulan romadhon 1 pahala dilipatgandakan menjadi 10, 100, 700, bahkan berlipat-lipat ganda, bagaimana banyaknya PANEN PAHALA pada bulan puasa ini ketika SEMBAKO yang kita bagikan digunakan untuk MAKAN SAHUR, dan BERBUKA PUASA..? Bayangkan jika setiap butir beras/nasi yang dimakan oleh mereka yang membutuhkan, Allah Berikan berlipat-lipat pahala?  Sungguh sangat luar biasa. Kapan lagi kita mendapatkan Bonus pahala yang begitu meilmpah selain pada bulan romadhon ini? Oleh karena itu jangan sia-siakan kemampuan kita, LAHAN PAHALA ada didepan kita, berbagi sembako, menanggung buka puasa atau buka puasa bersama, atau sahur bareng dengan melibatkan masyarakat kecil tidak hanya membuahkan pahala, akan tetapi menjadi cara efektiv menumbuhkan cinta, dan kedekatan antara yang di bawah dan yang di atas.

Tak tergambar pahala Yang akan Allah berikan disetiap Ucapan Doa dan Pujian orang yang kita bantu.

Pembaca yang budiman Doakan semoga tulisan ini Sampai pada pemimpin-pemimpin kita. Aamiin.

BACA JUGA :  Idul Adha Ikut Pemerintah Indonesia atau Arab Saudi? ini Penjelasan Buya Yahya

Di Ramadhan ini, Masing-masing orang pun memiliki target yang harus dicapainya, disertai dengan lika-liku lucunya di Setiap bulan romadhon. diantaranya :

Mereka yang memiliki hutang puasa pada Ramadhan tahun lalu mulai berazam (bertekad) untuk menjadikan puasanya pada tahun ini full day every day (entah apa artinya ucapan ini hehe).

Bagi anak-anak, Ramadhan itu selalu bermakna dengan Baju baru. Para orang tuapun kadang menjanjikan lebih kepada anak-anak mereka dgn syarat mereka bisa istiqomah dalam puasa.

Bagi para remaja dan pemuda, ramadhan harus dijadikan ajang untuk mensucikan diri, menjadi pribadi yang lebih baik dan ta’at, menjadi pribadi yang selalu dekat dengan Masjid, pribadi-pribadi yang membenci kemaksiatan.

Kadang penyambutan Ramadhan bahkan pada bulan Ramadhan selalu DINODAI dengan tingkah laku remaja dan pemuda kita, Mulai bermunculan yang namanya JALAN PAGI, TRAWIH KELILING, ada juga NGABUBURIT, semua aktivitas ini sebenarnya aktivitas yang biasa saja bahkan kadang menjadi suatu keharusan, akan tetapi kalau dirusak dengan pemandangan dengan berboncengan antara laki-laki dan perempuan, semakin maraknya pacaran dengan gaya-gaya Religius ala-ala DILAN 1991 (hehe jadi ngaco’ yaa..!).

Keluar rumah dengan si Doi dengan alasan BUKA PUASA BARENG, SAHUR BARENG, TERAWIH BARENG, Suap-suapan saat berbuka (ueeee’), ada juga yang cium tangan siDoi ketika selesai sholat Witir. Allahu akbar, dalam waktu bersamaan Taat dan Maksiat berjalan.

Ketahuilah para remaja dan pemuda muslim sekalian bahwasanya pacaran, pe de ka te (pdkt), atau TTM, semuanya Haram dalam agama ini. Apalagi pada bulan ini, sebagaimana pahala berlipat ganda begitupun dengan dosa…! Jadi jaga kehormatan diri kita ya pada bulan ramadhan ini….!!!

Bagi para IBU-IBU, bulan ini adalah bulan dengan kesibukan yang sangat, menyiapkan makan sahur, buka puasa, serta mengurus rumah tangga. Apalagi kalau mendekati akhir romadhon duuuh Ibu-ibu mulai membuat kepala Bapak-bapak meledak (hehehe lebay), facebook, twitter dan WA, dipenuhi oleh Status ibu-ibu dengan tulisan kebutuhan, kue, pakaian, shoping dll. Haduuuuhhhh pokoknya IBU-IBU tetap makhluk terheboh deh. Hehe bagi bapak-bapak Bulan ini adalah bulan DENGAN KESABARAN YANG BERLAPIS BAJA, (Sabaron au’).

Bagi mereka para jomblo (faqir-faqir asmara) bulan ini akan menjadi bulan yang menyesakkan dada, lihat pasangan halal buka puasa bareng, apalagi sampai suap2an (uuuuuuuhhhhh), sahurnya sendiri, jalan kemasjid tak ada gandengan, duuuhhhh kasihan sekali para Faqir-faqir asmara, tapi jangan berkecil hati, ada pepatah “badai pasti berlalu” hehe.. jadi jangan risau jangan galau karena setelah badai akan ada puting beliung, hehe. bulan ini adalah bulan Di mana doa diijabah oleh Allah. Perbanyaklah berdoa, Insyaallah akan dikabulkan.

Tentunya kita menyambut bulan mulia ini dengan Suka Cita, serta penuh bahagia. Dengan tidak berlebihan apalagi mubazir.

Begitulah keseruan Bulan puasa, semoga kita semua istiqomah pada bulan puasa ini. Berbahagialah Karena Bulan pendidikan akan segera tiba. Allahumma Balighna fi rimadhon.

Aamiin ya robbal ‘alamin. Wallahu a’lam bisshowab.