Bengkel Nalar Bakal Hadir di Pinolosian Tengah

BOLSEL, IDM – Pemuda Desa Torosik, Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng), Kabupaten Bolaang Mondondow Selatan,  dalam waktu dekat ini, bakal bentuk komunitas Rumah Bengkel Nalar (Rumah Benar).

Komunitas yang dipelopori oleh seluruh pemuda Desa Torosik ini rencananya akan diresmikan, satu minggu sebelum memasuki bulan suci Ramadhan

“Insya Allah peresmianya nanti, kami akan hadirkan Camat dan juga sangadi Torosik, ,” Ujar Herdin Mokodompit SKM, salah satu penggagas Rumah Benar Torosik.

Menurutnya, Tujuan dari komunitas ini tidak lain adalah sebagai wadah untuk membentuk polah pikir pemuda yang condong pada kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan.

“Di Rumah Benar kita berdiskusi, bertukar pendapat dan wawasan. Di sini pula kita akan belajar tentang politik, hukum, ekonimi,sosial, agama, budaya, seni, dan lain-lain, selama itu masih dalam hal positif,” tutur Herdin.

Dia berpendapat, dengan adanya kelompok-kelompok diskusi, dapat menambah pengetahuan dan juga wawasan.

“lebih banyak bahan diskusi, maka akan lebih luas pulah wawasan kita,”katanya.

BACA JUGA :  Bupati Bolsel Hadiri Upacara Adat Tulude di Desa Dumagin A

Senada juga dikatakan oleh Iswanto Podomi, Mahasiswa Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK). Menurutnya, adanya komunitas ini dapat mempererat tali silaturahim antar pemuda.

“Persaudaraan yang dilatarbelakangi oleh emosional yang kuat diantara para pemuda, adalah salah satu dari banyaknya tujuan komunitas ini,” kata Is, sapaan akrabnya.

Tambahnya lagi, kebersamaan merupakan jati diri dari Rumah Benar Torosik.

“Berdiri kita sama tinggi, duduk kita sama rendah, merupakan salah satu hal yang melatarbelakangi kegiatan di komunitas ini,” tandas Is.

 

Sementara itu, Ketua Pemuda Desa Torosik, Parman Mokoagow, kepada Indomedia.news mengatakan, sangat mendukung terbentuknya Rumah Benar Torosik. Sebab menurutnya, hal yang demikian merupakan gerak maju dari para pemuda, dan bukan sebaliknya.

“Saya selaku ketua pemuda, sangat mendukung hal tersebut. Selama itu positif, mengapa tidak.!,” imbuhnya. [cipto]