Cerita Ratman Mokodompis (Bagian II), Miliki Ilmu Kesaktian Pengobatan Tulang Patah dari Tiang Roboh dan Kapal Bocor

Ratman Mokodompis

BOLSEL, IDM – Ternyata ilmu pengobatan yang dimiliki Ratman  Ratu Mokodompis, seorang tabib asal Desa Adow Selatan, Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang memiliki kemampuan menyembuhkan patah tulang bahkan remuk,  berasal dari pengalamannya yang luar biasa, ketika mengarungi lautan.

BACA : Mampu Sembuhkan Patah Tulang Sejak Umur 17 Tahun

Diceritakannya saat ditemui media ini di kediamannya, Minggu (21/04/2019) pukul 09:00 WITA, kelebihan yang Tuhan berikan kepadanya, bermula saat dirinya bertemu dengan seorang saudagar kapal dari suku bugis yang akrab dengan sapaan Ehnar, kata lain dari Sang Pemilik Kapal.

Suatu ketika kata Ratman, saat  bersama dengan Enhar, hendak melakukan perjalanan dagang dari Desa Saleo, Kecamatan Bolangitang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menuju Tarakan. Mulanya perjalanan mengarungi samudera itu normal tanpa ada hambatan. Namun kepanikan terjadi, saat kapal sudah berada di tengah lautan, tiba-tiba tiang layar retak dan hampir roboh.

Namun dengan cekatan, Enhar langsung menahan sembari melilitkan kain putih ke tiang kapal tersebut. Keajaiban pun terjadi kala itu.

(Ilustrasi) Sumber Foto: http://boatbuildingindonesia.com

“Saya lihat langsung dengan mata kepala saya sendiri, Daeng Ehnar mengikat dan melingkarkan kain putih sepanjang tiga meter ke tiang kapal yang hendak mau roboh itu. Tiga hari kemudian, ketika kain yang diikatkan itu dibuka, retaknya sudah hilang tanpa bekas,” tutur Ratman yang akrab disapa Papa Ipan.

BACA JUGA :  Bupati Iskandar Kamaru Ajak Amalkan dan Jadikan Al-Quran sebagai Pedoman Hidup

Tak hanya itu kata Ratman, peristiwa lainnya yang juga sulit dicerna oleh akal sehat, saat kapal mengalami kebocoran. Bukannya menambal di tempat yang bocor, Daeng Enhar hanya meletakkan kain penambal di atas kapal saja.

“Anehnya, lubang bocor itu tidak dimasuki oleh air laut,” tuturnya.

Penasaran, lantas dia berfikir, tiang besi yang retak saja bisa diperbaiki sang Ehnar dengan kesaktiannya, apalagi hanya tulang manusia.

Ratman muda  pun memberanikan diri meminta kepada sang Ehnar untuk menjadikannya murid. Tetapi, Sang Ehnar yang bijak itu tidak serta merta menerima permintaannya.

“Memperoleh ilmu yang kau lihat itu, tidak semudah yang dipikirkan. Pastinya ada pantangan. yang pertama, kamu akan diuji lewat lingkungan keluargamu. Yang kedua, hidupmu cenderung apa adanya,” kata sang Ehnar kepada Ratman.

Tak hanya itu sang Ehnar juga menambahkan, ilmu tersebut akan berhasil dan bermanfaat bilamana digunakan untuk hal-hal yang sifatnya memberi pertolongan, dan bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Mendengar itu semua, Ratman berjanji untuk menerima dan menaati pantangan-pantangan tersebut.

Saya siap menerimanya, selama itu untuk kemaslahatan umat,” tutur Ratman.

Dari situlah cikal bakal kesaktian ilmu pengobatan tulang patah dan retak yang dimiliki oleh Ratman (Ratu) Mokodompis. Selain  dari ilmu pengobatan warisan dari sang buyut (Ilmu Keturunan).

 

Cipto Mokodompit