Hastag Ganti Yayasan Darul Muttaqin Ramai di Kalangan Mahasiswa IAI Kotamobagu

KOTAMOBAGU, Hastag Ganti Yayasan Darul Mutaqin, ramai di kalangan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) KOTAMOBAGU, Rabu (02/09/2020).

Pasalnya, beberapa hari terakhir, mereka terganggu dengan provokasi, yang dianggap tidak bertanggung jawab, oleh mantan rektor Drs H Muh Anthon Mamonto MA dengan berlindung kepada yayasan Darul Muttaqin yang saat ini masih tercatat menaungi IAI KOTAMOBAGU.

Sebagaimana diketahui, Drs Muh Anthon Mamonto MA, sudah tidak terpilih lagi, di mana pada proses pemilihan beberapa waktu lalu,  hampir 95 persen civitas akademika memilih DR chan Muliadi Mokodompit SE M Si sebagai rektor baru, dan sisanya ke DR Muharto S Pdi M Si.

Pada proses pemilihan itu, Drs Anthon Mamonto MA sendiri, usai fit and Proper Test, sudah tidak melanjutkan lagi ke tahapan penyampaian visi dan misi.

Disampaikan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAI KOTAMOBAGU, Hendratmo Damopolii, kekesalan mahasiswa ini bukan tanpa alasan, sebab pasca pemilihan rektor secara demokratis lalu, sudah digelar audience bersama Drs Muh Anthon Mamonto MA.

“Dalam pertemuan itu kan beliau juga telah mengakui proses pemilihan rektor, sambil menunggu SK ditandantangani Ketua Yayasan Darul Muttaqin Ervan Mamonto yang merupakan anak kandung pak Anthon sendiri,” terang Hendratmo.

Saat ini kata Hendratmo, dia malah memprovokasi civitas akademika, dan mengajak orang-orang yang tidak tahu sejarah dan perjalanan IAIK, kemudian mengumumkan kampus telah pindah.

“Ini sudah tidak bisa ditolerir, kami memang menghargai beliau sebagai orang tua, tapi kalau sudah seperti ini, maka kami mengganggap pak Anthon adalah orang yang ingkar janji dan haus jabatan,” tuturnya.

Soal Yayasan Darul Mutaqqin yang saat ini sebagai payung hukum IAI KOTAMOBAGU, Hendratmo juga menilai layak untuk diganti, sebab yayasan ini tidak punya kontribusi terhadap perkembangan kampus.

“Memang secara legal formal yayasan ini yang menaungi IAIK, namun kami tahu sejarahnya.Di mana, yayasan ini kemudian akan diganti dengan yayasan Al-Fath yang merupakan milik bersama oleh civitas akademika. Kami tahu karena BEM terlibat pada rapat senat akademik beberapa waktu lalu,” ujar Hendratmo.

BACA JUGA :  Masa Berlaku Legalisir Ijazah

Disamping itu kata Hendratmo, ulah yayasan yang tiba-tiba mengganti password PDDikti sangat tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral.

“Sebelum dikelolah oleh Rektorat, ternyata PDDikti sudah dikantongi oleh Yayasan dan tidak pernah diberitahu. Akhirnya mahasiswa rugi empat semester tidak terlapor,” terang Hendratmo.

Tambah Hendratmo, saat Rektorat bisa mengakses PDDIkti dan mulai melapor, malah dengan tidak melihat kepentingan mahasiswa, kembali Yayasan Darul Muttaqin, mengganti password ke PDDikti, sehingga hampir saja mahasiswa kembali dirugikan.

“Alhamdulillah atas bantuan bagian admin PDDikti, data kami berhasil terlapor, dan sekarang kembali yayasan mengambil alih untuk hasrat duniawinya,” terang Hendratmo.

Sementara kata Hendratmo, yayasan itu sendiri pada hakikatnya didirikan untuk tujuan sosial dan menjadi milik umat.

“Sebagai pendiri yayasan ya kami mengakui, tapi sebagai pemilik sudah tidak lagi, apalagi dengan tujuan mencari keutungan. Ini sudah tertuang jelas dalam undang-undang yayasan,” jelas Hendratmo.

Dia juga menyesalkan sikap Anthon Mamonto, yang sengaja menyebar pesan via whatsapp ke seluruh pihak, bahwa IAI KOTAMOBAGU adalah kampus milik yayasan keluarganya, dan menjadi besar karena perjuangannya. Hendratmo menilai mantan rektor tersebut tidak paham UU Yayasan.

“Perjuangan apa yang telah pak Anthon perbuat?, menjalani tugas saja sebagai dosen sebagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi, mungkin hanya bisa dihitung dengan jari kehadirannya di kampus. Tercatat di absensi, beliau kurang lebih hanya delapan kali masuk kampus dalam satu tahun terakhir.

Sementara itu, Faisal Ahmad Modeong, Senat Mahasiswa IAI KOTAMOBAGU mewarning Drs Muh Anthon Mamonto MA dan Yayasan Darul Muttaqin. Dia mengajak seluruh mahasiswa untuk bersatu serta jangan terprovokasi oleh oknum yang dianggap serakah.

“Mahasiswa sebagai benteng IAIK. Wajib hukumnya bersatu melawan oknum-oknum yang tidak bertanggung  jawab itu, Ganti Yayasan Darul Muttaqin,” tandasnya. [***]