Herson Ajak Doakan Korban Tambang Bakan

Herson Mayulu

BOLMONG, IDMLokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), kembali memakan korban.

Selasa (26/02/2019) pukul 23:00 WITA, puluhan warga yang menambang di areal tersebut, tertimbun longsor. Hingga saat ini, Rabu (27/02/2019) pencarian korban yang tertimbun material longsor masih terus berlanjut.

Bahkan oleh Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan, proses pencarian akan mengarah dengan menggunakan alat berat.

“Dipastikan dulu, karena berbahaya jika masih ada yang hidup kemudian langsung menggunakan alat berat untuk proses evakuasi,” ujar Kapolres, yang dilansir dari media lokal di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Kejadian pilu tersebut membuat geger masyarakat BMR. Lokasi kejadian pun langsung dipadati warga, yang ingin memastikan keluarganya selamat dari peristiwa naas tersebut.

Hal itu pun sontak menuai simpati dan belasungkawa dari berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali Ketua Dewan Masjid Indonedia (DMI) dan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Hi Herson Mayulu SIP.

BACA JUGA :  Pemkab Bolsel Gelar Apel Kerja Perdana

Bupati Guhanga (mantan bupati) dua Periode Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Bolsel ini mengajak kepada seluruh masyarakat, untuk mendoakan semua korban.

“Semoga para korban akan dimuliakan Allah SWT. Dan bagi korban yang meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, juga kepada semua masyarakat,” ujarnya.

Herson juga menuturkan, bencana yang menimpa pasti memiliki makna yang besar dari sang Pencipta, Allah SWT.

“Atas kejadian ini, mari bersama kita berpikir dan bertindak secara rasional. Apalagi kejadian ini sudah berulang kali terjadi. Musibah ini agar dijadikan i’tibar atau pelajaran, agar hal-hal yang kita tidak inginkan bersama ke depan tidak akan terulang lagi,” tandas Herson, Caleg PDI Perjuangan, untuk DPR RI.

Diketahui saat ini Tim SAR gabungan sudah berhasil mengevakuasi korban sebanyak 15 orang, namun 1 diantaranya ditemukan meninggal dunia. Dari informasi warga yang selamat, korban yang tertimbun diperkirakan sebanyak 60 orang. [endo]