Ini Desa Berusia 118 Tahun di Kabupaten Bolsel

Desa Tobayagan (f: Jody Mulyadi Podomi)

BOLSEL, IDMBeragam hal menarik dan unik di tanah Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Pasalnya, daerah religius yang saat ini dipimpin oleh Bupati Iskandar Kamaru S Pt itu, menyimpan kekayaan sejarah yang belum terbaca, bahkan oleh putra daerah sendiri. Seperti halnya Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah, (Pinteng).

Konon katanya, Desa yang berdiri pada Bulan Januari 1901, atau berusia sekitar 118 tahun tersebut, merupakan desa tertua di Kecamatan Pinolosian Bersatu, bahkan di seluruh Bolsel.

Dikutip dari Profil Desa Tobayagan, asal mula desa ini tidak terlepas dari kehadiran para bogani In Totabuan (Dotu dan Pelindung etnis mongondow) di pesisir pantai bagian selatan mongondow.

Tersebutlah nama Magedag,Karompayan, Aki Kuku, dan Aki Yogi, bogani in totabuan yang telah mempertahankan wilayah, dan mengusir orang-orang dari suku Mangindanauw, Tobelo,  dan Loloda yang berniat menguasai tanah tersebut.

BACA JUGA :  Soal Teatrikal Pingkan Matindas, Ini Tanggapan Tokoh di BMR

Setelah berhasil mengusir suku-suku itu, mulai dari Batu Liodu (Gorontalo), sampai di Jiko Belangan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dan memperoleh kemenangan,  mereka pun berniat melakukan perjalanan ke wilayah yang saat ini telah menjadi Desa Motandoi.

Dari perjalanan itulah, para bogani yang tengah marasa kelelahan, memilih untuk beristirahat sejenak tepat di samping sungai. tidak disangka, merekapun kesiangan (Kinobayagan). Keempat bogani itu pun bersepakat memberi nama daerah itu dengan nama Kinobayagan.

Baru pada permulaan abad ke 20 (dupuluh), orang-orang dari Kota Kotamubagu yang sebelumnya mencari nafkah di tanah kinobayagan, berjumlah 15 (Lima Belas), orang, mulai mendirikan tempat pemukiman yang diberih nama Bayoga.

Kelima belas orang tersebut berasal dari 3 (tiga) Desa. Diantaranya: