Kamaru Resmi Buka Kegiatan Bimtek Penyusunan RKA dan Laporan Dana BOS

BUPATI Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru S Pt, didampingi Asisten III Ridel Paputungan, resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek),  Penyusunan Rencana Kerja Anggaran & Penyusunan Laporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta, bertempat di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Selasa (04/12).

Bupati dalam sambutannya menyampaikan, dana BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia, bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar.

“Melalui program BOS ini, pemerintah pusat memberikan dana kepada sekolah-sekolah setingkat SD/MI dan SMP/MTs, untuk membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh orangtua siswa. BOS diberikan kepada sekolah untuk dikelolah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat,” terang bupati.

Adapun tujuan Program Bantuan Operasional Sekolah kata bupati, berdasarkan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 1 tahun 2018 adalah membantu penyediaan pendanaan biaya operasi non personil sekolah, akan tetapi masih ada beberapa pembiayaan personil yang masih dapat dibayarkan dari dana BOS.

“Kepala Sekolah sebagai pengelolah anggaran BOS, hendaknya memberikan data yang rill sesuai kebutuhan sekolah agar dana BOS yang dicairkan tepat sasarannya,” tutur bupati.

BACA JUGA :  IAIN Manado Buka Penerimaan  Mahasiswa Baru

Dengan data yang valid, pengelolaan dana BOS dipakai sesuai dengan program rencana kerja sekolah, serta agar tidak menjadi temuan oleh tim pemeriksa baik internal dalam hal ini Inspektorat Kabupaten maupun dari eksternal Yaitu BPK RI.

“Maka penggunaan dana BOS hendaknya diketahui oleh semua pihak dengan melibatkan komite Sekolah, dan dirapatkan dengan para orang tua murid,” tegas bupati.

Bupati berpesan kepada para Peserta Bimtek agar meningkatkan pemahaman dan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sesuai aturan.

“Sehingga diharapkan dapat menghindari terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana BOS itu sendiri. Saya juga berpesan kepada peserta kegiatan ini akan pentingnya kejujuran dan tetap berhati-hati dalam menyusun data. Sebab pengawasan terhadap dana BOS ini bukan hanya dari internal seperti Inpektorat kabupaten namun juga dari pihak eksternal seperti BPK RI dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta Masyarakat juga dapat mengawasi penggunaan dana BOS,” tandas bupati.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten Bolsel, Sekretaris Dinas Pendidikan Rante Hattani, Perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, serta para Kepala Sekolah dan Bendahara BOS se- Bolsel. (cipto)