Ni Putu Deviani Beber Rahasianya Lulus Passing Grade, Berikut Penuturannya

Ni Putu Deviani Wulandari

BOLSEL, IDM Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Minggu (04/11/2018), begitu tenang.

Sesekali terlihat anggota polisi dari Polsek Urban Bolaang Uki, mondar-mandir di seputaran kantor tersebut, untuk menjaga keamanan pelaksanaan ujian tes CPNS.

Di samping kiri kantor BKPSDM, tepatnya di ruang nonton bareng (noreng) hasil tes, ratusan masyarakat nampak tegang melihat layar monitor, berharap sanak family mereka mendapat hasil yang terbaik.

Sementara itu sebagian juga penasaran siapa peserta berikutnya yang bisa lolos passing grade (PG). Pasalnya, hingga sesi kedua di hari kedua pelaksanaan ujian CAT, belum ada yang beruntung mengikuti langkah Romario Deni Manoppo, peserta pertama yang tembus nilai ambang batas di hari pertama tes CPNS.

BACA : Hari kedua Ujian CAT CPNS Bolsel, Baru Tiga Peserta Lulus Passing Grade

Namun, teriakan histeris serta sorak-sorai dan tepuk tangan, memecah ketenangan di lingkungan kantor BKPSDM usai pelaksanaan tes sesi ketiga.

Ni Putu Deviani Wulandari

Betapa tidak, tersebutlah Ni Putu Deviani Wulandari, di hari itu yang berhasil lulus PG, dengan perolehan nilai TKP 144, TIU 90 dan TWK 80 dari standar TKP 143, TIU 80 dan TWK 75.

Ditemui usai pelaksaan tes, Ni Putu Deviani Wulandari yang akrab disapa Devi, dengan raut wajah gembira, tak lupa mengucap syukur dan berterima kasih kepada semua pihak, yang telah memberikan ia motivasi.

BACA JUGA :  Ini 15 Nama Hasil Seleksi Eselon I Kementerian Agama

Devi juga membeberkan banyak hal, terutama rahasia ia bisa lulus nilai ambang batas.

Dikatakan Devi, tak banyak persiapan yang dilakukannya mengadapi tes CPNS. Bahkan ia baru membuka buku Jumat pekan lalu.

“Saya belajar dari buku latihan soal CPNS yang dipesan online terhitung baru satu minggu,” terang Devi.

Namun kata Devi, meski hanya sepekan, ia dengan giat dan penuh semangat siang dan malam belajar latihan soal-soal CPNS.

“Itu mungkin yang beda. Saya setelah menerima buku itu, memanfaatkannya dengan baik dan sungguh-sungguh. Tak ada waktu yang saya lewatkan untuk belajar,” ujar wanita kelahiran 13 Mei 1992 itu.

Hasil dari cara belajarnya itu kata Devi terbukti. Hal itu saat ibu dari I Dewa Agung Gede Praditia tersebut mulai membaca soal ujian, ternyata tidak jauh beda dengan soal-soal latihan yang telah dipelajarinya.

“88 Menit, seratus soal yang diberikan dapat dijawab dengan hasil yang memuaskan,” tutur Isteri dari I Dewa Ketut Sudiana itu.

Devi yang saat ini aktif sebagai honorer di Bagian Umum Setdakab Bolsel berharap, akan lebih banyak lagi peserta yang akan mencapai nilai ambang batas kelulusan.

“Intinya berdoa dan berusaha, karena hasil tidak akan menghianati proses,” tandasnya. (cipto)