Ribuan Warga Meriahkan Tradisi Mandi Safar di Nunuka Raya

BOLSEL, IDM – Ribuan warga memeriahkan Mandi Safar yang telah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), khususnya bagi etnis Gorontalo.

Untuk tahun ini, kegiatan yang bernuansa religius tersebut, dilaksanakan di muara sungai Desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Rabu (07/11/2018).

Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bolsel tersebut, dihadiri oleh Bupati Iskandar Kamaru S Pt, yang diwakili Asisten I Alsyafri Kadullah.

Disampaikan Alsyafri, ritual mandi safar ini, adalah kearifan lokal, yang  syarat dengan pesan positif.

“Tersirat makna yang dalam dari pelaksanaan kegiatan ini. Di mana acara ini adalah bentuk rasa syukur dan doa agar terhindar dari bala bencana,” tutur Alsyafri.

Pantauan, ribuan warga yang memadati tempat pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu warga dengan antusias membawa makanan yang disantap secara bersama-sama.

Usai acara makan berjamaah, dilanjutkan dengan mandi di sungai yang diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Camat Tomini Suprin Mohulaingo menjelaskan, mandi safar ini merupakan tradisi turun temurun, yang dilakukan setiap akhir Bulan Safar.

“Ini adalah tradisi yang diwariskan oleh para leluhur,” terangnya.

Dituturkannya, tradisi mandi safar tak sekadar mandi secara masal di sungai saja, tapi ada adab-adabnya.

BACA JUGA :  Anak Muda BMR ini Pimpin SPSI Tolak  RUU Omnimbus Law di Istana Presiden

“sebelumnya, di sepanjang bulan safar warga setiap malam membacakan doa dan shalawat (barjanji) di rumah masing-masing. Pada hari pelaksanaan mandi safar, kembali digelar barjanji secara bersama-sama. Ini merupakan penutup yang kemudian dilanjutkan dengan mandi safar di muara sungai,” terangnya.

Lanjutnya, selain melakukan barjanji, sebelum turun ke sungai setiap orang yang akan mandi safar terlebih dahulu menulis namanya di daun mangga beserta ayat alqur’an yang telah dipilih oleh imam dan pegawai syar’i kemudian di hanyutkan di sungai.

“Ini tujuannya agar diberikan kesahatan oleh Tuhan yang Maha Esa,” ujarnya.

Lanjutnya, Sungai tempat mandi safar biasanya di muara-muara sungai. Sebab, sesuai tradisi mandi safar hanya dilakukan di air payau (pertemuan air asin dan air tawar).

“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi sesama warga dan dengan pemerintah daerah,” tutur camat.

Diketahui turut hadir Anggota DPRD Bolsel Harson Mooduto, Kepala Dinas Pariwisata Resly Paputungan, Camat Helumo Midyan Katili, Kabag Kesbangpol Raston Mooduto, para Kepala Desa (sangadi), para imam dan pegawai syar’i, serta ribuan warga se-Kecamatan Tomini. (cipto)