Religi  

Sampaikan Hikmah Halal bi Halal, Ini Pesan Herson Mayulu

BOLSEL, IDM – Bupati Guhanga, dua periode Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Hi Herson Mayulu SIP, yang saat ini sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), didaulat untuk memberikan tausiyah, pada kegiatan Gebyar Ketupat yang dirangkaikan dengan acara Halal bi Halal, di Desa Adow Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng),  Rabu (12/06/2019).

Mengawali hikmah Halal bi Halal, Hi Herson Mayulu SIP, yang merupakan calon Anggota DPR RI terpilih perwakilan Provinsi Sulut itu, mengulas kilas balik sejarah kegiatan yang merekatkan tali silaturahim sesama umat itu mulai dilakukan.

Disampaikan Herson, tiga tahun sesudah memproklamirkan kemerdekaannya tepatnya tahun 1948, Indonesia mulai terkotak-kotak. Presiden RI pertama Ir Soekarno meminta bantuan kepada seorang alim ulama yakni KH Abdul Wahab Hasbullah, untuk turut memikirkan solusi terkait permasalahan tersebut.

“Akhirnya ditemukan solusi untuk mempersatukan dengan diadakannya silaturahim, dengan memunculkan istilah baru yaitu Halal bi Halal,” tutur  Herson.

Menurut Herson, Halal Bi Halal yang  telah ada sejak masa kemerdekaan Indonesia, bertujuan karena pemimpin menginginkan rakyatnya rukun, sejahtera, berbahagia karena hal tersebut merupakan esensi bermasyarakat yang termaktub dalam UUD 1945.

BACA JUGA :  Audit BPK, Bupati Iskandar Kamaru Minta Perangkat Daerah Pro Aktif

“Itulah hebatnya kolaborasi antara pemimpin seorang negarawan dan alim ulama.  Kurang lebih kondisinya waktu itu, seperti saat ini, dua sosok itu lahir  manakala negara sedang butuh solusi,” tutur Herson.

Lanjut Herson, merajut hubungan yang baik, antar Pencipta dengan manusia, maupun manusia dengan manusia adalah hal yang melatarbelakangi diselenggarakannya Halal Bi Halal ini.

“seseorang yang menjalankan ibadah puasa selama sebulan dengan penuh khidmat, maka akan diampuni dosa-doasanya yang telah lalu, sehingga kembali fitrah seperti bayi yang baru dilahirkan. Untuk itu kita perlu terus menjaga agar dosa tidak kembali lagi, baik itu dosa Kepada Allah SWT maupun dosa kepada manusia. Mari kita jadikan momentum peringatan Halal bi Halal ini untuk dapat saling maaf memaafkan, merajut persatuan, dan hentikanlah hoax,” tandas Ketua DPC PDIP Kabupaten Bolsel ini.

 

Cipto Mokodompit